
Aku telah berhenti, tepat satu senti sebelum momen dan janji,
bukan maksudku mengadali waktu,
kadal tak pernah letih menuruti rotasi,
sebentar. Sebentar saja aku akan mulai lagi,
waktu yang merasa kukadali segera menggelinding,
lagi momen akan mencipta janji-janji baru,
janji yang sedang mendendam.
Di setiap perputaran, satu titik henti terlewati,
di setiap pemberhentian, perputaran lain harus diawali,
melingkar tak henti-henti, menyadur setiap senti momen dan janji.
Tengah Januari 2010, Denza Perdana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar