24/02/10

Kenang-Kenangan dari Jakarta

1. parasnya manis menghias kaca, spion, dan membuat angkot itu berwarna pink
tingkah santunnya, membuat aku berani bertanya:
pernah lewat? tanyaku, aku hanya ingin pulang, jawabnya
dan perjalanan sepanjang tanah abang menjadi terang, sebersih jari telunjuknya
naik angkot seperti mengenang angin sepoi saat kemarau

2. melihat kerut wajahnya, seperti yang dikata seorang penyair, kehidupan 1 cm lebih dekat di hidungku
kesan jahat itu hanya tampak di tengkuknya, dan punggungnya sedikit bungkuk
suara paraunya membelah gedung di sepanjang Mas Mansyur
bibirnya mengering, bau asap tembako berbekas di seragamnya:
setiap gas hidupnya, dan setiap bantingan kegiatannya adalah ingatan untuk mengerem jatah makan siang dan rokok demi susu dan gincu.

3. seorang gadis mengenal tahajud di atas metro mini.

Oleh Denza Perdana, Pertengahan Januari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar