11/01/11

Bli, Saya Nggak Jadi Beli Bali

Oohh tidak, seseorang berkata Bali dan aku teringat bali. Memang benar, aku ingat bali selalu mengantarku kembali pada ingatan Bali yang indah sebali: bali... bali... kau selalu membuatku berdecak berbali-bali....

Mungkinkah karena itu bali menginjakkan kakinya kembali ke Bali? Apa karena rasa cintaku yang masih begitu kentara kepada bali? Lantas kenapa membawa cerita yang membuatnya sakit bali?

Sepertinya bali itu telah disimpannya dengan rapi dalam balinya sendiri. Sehingga, bali-balinya yang lain tidak pernah tahu apa yang telah terjadi di Bali dan membuatnya sakit bali setelah pulang dari Bali.

Mungkin bali tak pernah cocok dengan Bali sebab bali belum menemukan jati balinya sendiri. Bali memang indah, tapi Bali kurang sopan kepada bali, juga Bali kali ini kurang berbali hati kepadanya.

Pengalaman di Bali, bali itu, mungkin telah membuatnya menerawang kembali ke memori balinya yang masih segar meski telah lama terbali. Mungkin juga kenangannya itu membuatnya melayang-layang kebali-balian, tinggi hingga lupa daratan.

Karena itu, mungkin saat ia ke Bali, bali itu, harapannya akan Bali tak sesuai dengan bayangannya yang kebali-balian itu. Entah kenapa, aku lantas menganggapnya wajar ketika ia berkata di status FB-nya sepulang dari bali, "Bli, saya nggak jadi beli Bali...."

Denza Perdana Kurnia Putra
11 Januari 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar