
saudara kembarku
semalam kau datang dalam mimpiku
membawa cawan ungu
berisi setetes kopi susu
agar aku tahu manis diantara pahitmu
agar aku tahu putih diantara hitammu
saudara kembarku
lama kau sembunyi di puncak BANJARWATI
dalam pencarian debu kapur putih
saudara kembarku
pernah sehari kepergianmu
aku mengikutimu
kulepas ragaku untuk menjagamu
karena aku takut kau tersesat
nol koma satu derajat
dari deretan kata munajat
saudara kembarku
terima kasih kau luangkan sedikit waktu
menemuiku lagi meski dalam mimpi
meski tanpa celoteh lirih
saudara kembarku
kau datang untuk aku pergi
Pertengahan April
NOEL.ESES (Ainul Hidayat)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar