Mark! Karyamu bikin pening
kenapa,
kau biarkan kami
saling terkait semudah ini? Tak rindukah
kau, pada masa
ketika susah-payah adalah seni
sekadar bersapa-tanya;
janji adalah bukti
saling percaya dan mengerti; juga
surat cinta adalah tanda
jernih pemakluman jarak?
Mark! Ingatkah kau bahwa
karyamu
terpintal dari benang dendam
yang tajam? Kau rajut
hanya puluhan meter
dari impian, namun
terselubung pembuktian,
ya! Engkau penimbun cinta,
hingga waktumu berbagi-beri?
Mark! Karyamu seperti labirin
menghanyutkan... tenggelam dalam
memantik sinar kebiruan
silau, melenakan hingga
berdampar pada kemajemukan
ketaktunggalan, dan
ketakniscayaan.
Mark! Karyamu adalah sebab...
kutub sedekat jembut dan pelir, kini
mangkir secara lembut
di darat antara sumir dan getir
fana pun maya, dan
astaga! Mereka bersekongkol:
saya makan semur jengkol
pun ikan tongkol
menggerutu dan dongkol
ahahahay... statusmu benar-benar kontol!
Ming! Kubuka karyamu pada
Mark. Sungguh
kutafsirkan itu, seolah pesan
bahwa dunia tak lagi rahasia
orang menyapa orang, di sini
lantas seperti mati, mereka
seperti asing, semua
seperti:
Mark!
Karyamu bikin pening
ingatkah kau bahwa
karyamu seperti labirin
ia juga sebab...
dunia tak lagi rahasia
tetangga kenal tetangga karena
mereka bukan bertemu
Denza Perdana KP
11 Januari 2011
apa artinya ini denza perdana?
BalasHapus